Efek Kekurangan Zat Besi Pada Anak yang Harus Orang Tua Waspadai

Anak yang baru lahir membutuhkan asi sebagai gizi kebutuhan anak. Dari asi Ibu tersebut kebutuhan tubuh anak terpenuhi. Maka diharapkan Ibu makan makanan sehat yang baik untuk asi anak. Ketika anak mulai tumbuh kembang dan kebutuhan tubuhnya tidak tercukupi dengan baik akan berpengaruh pada kesehatan anak. Efek kekurangan zat besi pada anak sangat buruk untuk kesehatan anak. Dan biasanya banyak orang tua yang mengabaikan dampak dari kekurangan zat besi ini.

Peran zat besi untuk perkembangan otak anak sangat besar pengaruhnya. Kebutuhan zat besi untuk otak ternyata sangat tinggi. Sehingga jika anak kekurangan zat besi akan berdampak pada perkembangan otaknya. Mengenali tanda kekurangan zat besi pada anak juga tidak mudah. Karena tidak kasat mata dan tidak menunjukan tanda-tanda yang bisa diketahui dengan cepat. Oleh karena itu, memberikan makanan sehat untuk anak sangat penting untuk menjaga anak dari kekurangan zat besi.

Efek kekurangan zat besi pada anak bisa membuat pertumbuhan dan perkembangan anak tidak maksimal. Beberapa akibat anak kekurangan zat besi antara lain adalah:

  • Anemia
  • Mudah lelah
  • Wajah pucat dan lemas
  • Perkembangan otak terganggu
  • Suhu tubuh mudah berubah, turun naik
  • Mengalami penurunan kognitif
  • Sering mengalami luka di lidah
  • Sering mengalami infeksi-infeksi
  • Anak menjadi malas untuk beraktivitas
  • Nafsu makan sangat buruk
  • Menjadi susah untuk konsentrasi
  • Pertumbuhan dan perkembangan sangat lambat

Banyak sekali efek kekurangan zat besi pada anak yang harus orang tua waspadai ini. Sebab tumbuh kembang anak yang seharusnya dimaksimalkan menjadi terganggu akibat kekurangan zat besi. Dengan begitu, orang tua harus lebih peka dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Karena pentingnya zat besi yang harus tercukupi pada tubuh anak mampu menjadi penentu masa tumbuh kembang anak.

Orang tua perlu tahu, bahwa sumber dari zat besi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Heme

Sumber zat besi heme meliputi sumber hewani seperti ikan, hati ayam, daging ayam dan daging sapi. Untuk mencukupi kebutuhan sumber zat besi heme, maka orang tua perlu memberikan asupan makanan tersebut. Karena penyerapan dari sumber zat besi heme ini bisa mencapai 10 hingga 25 persen.

  1. Non Heme

Jika heme merupakan sumber zat besi dari hewani, jadi untuk non heme ini merupakan sumber zat besi yang didapatkan dari nabati. Sumber zat besi non heme bisa ditemukan pada sayuran, telur, buah-buahan dan kacang-kacangan. Penyerapan zat besi non heme ini adalah 1 hingga 8 persen.

Untuk memudahkan penyerapan zat besi pada asupan makanan dari sumber zat besi, Anda bisa memberikan vitamin C pada anak. Vitamin C dapat membantu menyerap zat besi dengan cepat. Kebutuhan tubuh anak memang beragam, dari gizi dan nutrisi harus tercukupi dengan baik. Karena untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak diperlukan asupan makanan sehat sebagai penunjangnya.

Selain itu, untuk menghindari efek kekurangan zat besi pada anak, orang tua perlu disiplin dalam menjaga pola makan anak. Menerapkan pola makan sehat sejak dini pada anak akan menguntungan orang tua di masa depan anak. Gaya hidup sehat juga perlu menjadi landasan utama yang harus diajarkan oleh anak. Agar anak tumbuh dengan kuat dan berkembang dengan baik tentu membutuhkan peran orang tua di dalamnya. Yuk, dampingi anak dengan baik dalam masa tumbuh kembangnya.